Portal Berita Gagasan Indonesia

Main Menu

  • Home
  • Peristiwa
    • Daerah
  • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
  • Gaya Hidup
    • Entertainment
    • Travel
    • Kesehatan
    • Techno
    • Sport
  • Luar Negeri
  • Opini
    • Resensi
    • Mahasiswa
    • Liputan Diskusi
    • Indonesia Bebas Narkoba
  • Foto
  • Video
  • Indeks

logo

Header Banner

Portal Berita Gagasan Indonesia

  • Home
  • Peristiwa
    • Daerah
  • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
  • Gaya Hidup
    • Entertainment
    • Travel
    • Kesehatan
    • Techno
    • Sport
  • Luar Negeri
  • Opini
    • Resensi
    • Mahasiswa
    • Liputan Diskusi
    • Indonesia Bebas Narkoba
  • Foto
  • Video
  • Indeks
  • Ombudsman Harus Tingkatkan Sosialisasi Dan Edukasi Masyarakat

  • Terkait Pemilihan Kapolri, Berikut Pernyataan Institute Pemuda Merah Putih

  • Spanduk Dukungan Calon Kapolri Kepada Komjen Boy Rafli Amar Sudah Sampai Senayan

  • Pengusiran Buruh TKBM di JICT Dinilai Serikat Pekerja Tak Manusiawi

  • Nama Komjen Pol Boy Rafli Menguat, Pemuda DKI Jakarta Sahabat Boy Rafli Amar Untuk Kapolri Berikan Dukungan Kuat

Opini
Home›News›Opini›Perang Dagang Amerika Vs Cina

Perang Dagang Amerika Vs Cina

By Reporter
January 28, 2020
190
0
Share:

Oleh: Fazin Hisabi

 

Jakarta – Berdasarkan data IMF, Amerika Serikat dan Cina merupakan dua kekuatan ekonomi terbesar pertama dan kedua di dunia. Perang dagang antara dua negara terjadi ketika saling menyerang perdagangan satu sama lain dengan kenaikan tarif maupun kuota, hal tersebut mengarah pada efek dari kebijakan proteksionisme.

Kebijakan Proteksionisme adalah tindakan sebuah negara untuk membatasi atau mencegah perdagangan internasional dengan maksud melindungi bisnis lokal dari persaingan luar negeri.

Pada Agustus 2017, Donald Trump memberi instruksi kepada Perwakilan Dagang AS (USTR) untuk melakukan investigasi terhadap kebijakan Cina dibawah dokumen resmi ‘Section 301’ of the Trade Act of 1974 yaitu Undang-Undang Perdagangan AS tahun 1974 yang memberi wewenang kepada Presiden untuk mengambil tindakan; retaliasi berbasis tarif maupun non-tarif terhadap tindakan deskriminatif pemerintah asing yang melanggar perjanjian perdagangan internasional. UU ini dapat dijalankan dan tidak mengharuskan pemerintah AS menunggu sampai menerima otorisasi dari WTO.

Setelah tujuh bulan melakukan investigasi, USTR menemukan fakta bahwa Cina telah melakukan praktik kecurangan dalam perdagangan termasuk penyalahgunaan kekayaan intelektual terhadap perusahaan asing yang beroperasi di Cina. Sikap Cina tersebut dinilai merugikan perdagangan AS. Berdasarkan hasil pada investigasi tersebutlah, Donal Trump  akhirnya mengeluarkan kebijakan menaikkan tarif terhadap produk impor dari Cina.

Alasan utama Trump mengeluarkan kebijakan tarif terhadap produk Cina  untuk mengurangi defisit neraca perdagangan AS terhadap Cina. Sebelumnya Amerika Serikat memang lebih banyak melakukan impor terhadap produk Cina dibandingkan ekspor kepada Cina. Selain alasan mengurangi defisit, agenda kebijakan perdagangan yang baru juga menekankan pada ‘proteksionisme’ AS mengenai hak kekayaan Intlektual.

Dampak Perang Dagang Bagi Indonesia

Amerika dan Cina adalah dua negara yang memiliki investasi terbesar di Indonesia. Selain investasi, kedua negara tersebut merupakan eksportir terbesar yang mengekspor produk nya ke Indonesia. Hal tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap pasar dagang yang ada di Indonesia. Jika kedua nya bersitegang, sedikit banyak akan mempengaruhi pasar di Indonesia. Pengaruh itu akan terlihat di bursa saham dan bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada nilai tukar rupiah. Kedua negara bisa saja mengambil kebijakan yang merugikan Indonesia jika merasa Indonesia lebih berpihak pada salah satunya.

Indonesia adalah pasar terbesar ke empat setelah Cina, Amerika dan India. Setelah Cina dan Amerika melakukan perang dagang, otomatis produk dari kedua negara tidak bisa lagi masuk dengan jumlah besar. Efek nya, Indonesia sebagai pasar terbesar ke empat akan menerima serbuan produk dari kedua negara yang sebelumnya di produksi besar-besaran. Sehingga dengan begitu, produk-produk lokal yang diproduksi didalam negeri akan mendapat tantangan hebat dan bisa saja gulung tikar.

Antisipasi efek dari perang dagang kedua negara haruslah di pikirkan dengan serius. pemerintah harus mengambil kebijakan yang strategis untuk melindungi produksi didalam negeri. Jika tidak, seluruh perusahan-perusahaan dalam negeri akan gulung tikar, kita akan melihat pengangguran besar-besaran terjadi di Indonesia.

Previous Article

Kunjungan Komisi IV di Tanjung Priok dan ...

Next Article

Gara-Gara Harun Masiku

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0

Related articles More from author

  • Opini

    JANGAN MEMBUNUH KRITIK

    March 12, 2020
    By gagasan indonesia
  • Opini

    FATWA LEMBAGA DAKWAH MAHASISWA ISLAM (LDMI) HMI CABANG SURABAYA

    November 30, 2015
    By gagasan indonesia
  • Opini

    Rektor UIN Sunan Ampel, Bijaklah!

    September 6, 2015
    By gagasan indonesia
  • MahasiswaNewsOpini

    PERAN MAHASISWA DAN PEMUDA DALAM MERESPON ISU DESA HINGGA NASIONAL

    October 16, 2017
    By gagasan indonesia
  • Opini

    MELAWAN PERS MELALUI PERS

    March 21, 2015
    By gagasan indonesia
  • Opini

    Mengurai Benang Kusut Training HMI

    May 22, 2015
    By gagasan indonesia

Leave a reply Cancel reply

BACA JUGA :

  • EkonomiNews

    BS: Naikin Harga BBM, Jokowi Paksa Rakyat Telan “Pil Pahit”

  • NewsVideo

    AADC versi 2014? Rangga dan Cinta Kembali Bertemu?

  • HukumNews

    PAN Pastikan Pecat Kader Nyabu

TERPOPULER

Gaya HidupNews

4 Tehnik Bercinta Menggunakan Lidah

Lindah merupakan salah satu indera perasa, lidah tak hanya digunakan untuk merasakan lezatnya makanan. Lidah seorang wanita tidak hanya digunakan untuk mengeluarkan kata-kata dan mengeluh saja.lidah seorang wanita dapat menjadi ...
  • Foto Setengah Bugil Tersebar, Sisiwi MTs Trauma ke Sekolah

    By gagasan indonesia
    November 11, 2014
  • no-bra-day

    No Bra Day? Seleb Hollywood Sering! (21+)

    By @gagasanindonesia
    October 16, 2014
  • Guru Cantik Ini Memperkosa Murid Laki-laki Di Sekolah

    By gagasan indonesia
    November 27, 2014
  • Kartu Keluarga Berubah Mulai Juni 2018, Ada 2 Kolom Baru

    By gagasan indonesia
    March 12, 2018
  • Demi Keamanan Masyarakat, Pemuda Kalukku Kecam Pemrintah Setempat Lock Down Bandar Udara Tampa’ Padang

    By Reporter
    March 29, 2020
  • GENERASI MUDA DAN TUGAS MENGISI KEMERDEKAAN

    By gagasan indonesia
    May 4, 2015
  • Penyiksaan dan Kriminalisasi Aparat Kepolisian, Rezim Anti HAM?

    By Reporter
    April 25, 2020
  • PENGUMUMAN HASIL PENELITIAN BERKAS ADMINISTRASI CALON PANWASCAM KABUPATEN BONDOWOSO 2017

    By gagasan indonesia
    October 11, 2017
  • 100 Massa Apip Teriak “Tangkap AJB” di Gedung KPK

    By Reporter
    November 25, 2019

TERBARU

  • January 25, 2021

    Ombudsman Harus Tingkatkan Sosialisasi Dan Edukasi Masyarakat

  • January 7, 2021

    Terkait Pemilihan Kapolri, Berikut Pernyataan Institute Pemuda Merah Putih

  • January 5, 2021

    Spanduk Dukungan Calon Kapolri Kepada Komjen Boy Rafli Amar Sudah Sampai Senayan

  • January 4, 2021

    Pengusiran Buruh TKBM di JICT Dinilai Serikat Pekerja Tak Manusiawi

  • January 3, 2021

    Nama Komjen Pol Boy Rafli Menguat, Pemuda DKI Jakarta Sahabat Boy Rafli Amar Untuk Kapolri Berikan Dukungan Kuat

  • December 31, 2020

    Anggota LMK Lolos Menjadi FKDM

  • December 22, 2020

    Sema-Anti Korupsi Desak KPK Segera Tuntaskan & Periksa Oknum BPK Dalam Skandal Dana Bansos Covid-19

  • December 21, 2020

    Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) Bawaslu Dimana, Saat Masyarakat Kurubu?

  • December 21, 2020

    LIN dan Kesejahteraan Publik

  • December 21, 2020

    Berlarut-larut, Pergantian Dirut PD Pal Jaya Menjadi Sorotan Publik

  • Media Siber
  • Tim Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Kontak & Alamat
© Copyrights Gagasan Indonesia - All Rights Reserved